Interior pabrik modern dengan mesin industri dan sistem konveyor

Jenis Industri: Klasifikasi, Contoh, dan Penjelasan Lengkap

TL;DR

Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku menjadi barang atau jasa bernilai lebih tinggi. Jenis industri bisa diklasifikasikan berdasarkan bahan baku, jumlah tenaga kerja, proses produksi, hingga hasil yang dihasilkan. Di Indonesia, BPS menggunakan KBLI 2020 dengan 21 kategori lapangan usaha sebagai acuan resmi.

Ketika seseorang menyebut “industri,” yang terlintas biasanya pabrik besar dengan cerobong asap. Padahal, cakupan industri jauh lebih luas dari itu. Restoran yang mengolah bahan mentah menjadi makanan jadi, startup teknologi yang mengembangkan software, bahkan petani yang memproses hasil panen menjadi produk kemasan, semuanya adalah bagian dari aktivitas industri. Memahami jenis industri membantu Anda mengenali peluang usaha dan memahami bagaimana perekonomian suatu negara bekerja.

Pengertian Industri

Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri untuk menghasilkan barang yang memiliki nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri.

Definisi ini menunjukkan bahwa industri bukan hanya soal manufaktur. Jasa pengolahan data, jasa logistik, dan jasa keuangan juga termasuk dalam cakupan industri selama ada proses yang menambah nilai.

Jenis Industri Berdasarkan Bahan Baku

Klasifikasi pertama yang paling mudah dipahami adalah berdasarkan asal bahan baku yang diolah:

  • Industri pertanian: mengolah hasil pertanian seperti kelapa sawit menjadi minyak goreng, tebu menjadi gula, dan kopi biji menjadi kopi bubuk.
  • Industri pertambangan: mengolah hasil tambang seperti bijih besi menjadi baja, bauksit menjadi aluminium, dan minyak mentah menjadi BBM.
  • Industri jasa: tidak mengolah bahan fisik, tapi memberikan layanan bernilai tambah seperti perbankan, transportasi, dan teknologi informasi.

Jenis Industri Berdasarkan Tenaga Kerja

BPS mengklasifikasikan industri berdasarkan jumlah tenaga kerja menjadi empat kelompok:

KategoriJumlah Tenaga KerjaContoh
Industri Rumah Tangga1-4 orangKerajinan tangan, makanan rumahan
Industri Kecil5-19 orangPercetakan kecil, bengkel
Industri Menengah20-99 orangPabrik garmen, pabrik makanan
Industri Besar100 orang ke atasPabrik otomotif, pabrik semen

Klasifikasi ini penting karena berpengaruh pada regulasi yang berlaku. Industri besar, misalnya, wajib memenuhi persyaratan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang lebih ketat dibanding industri rumah tangga.

Baca juga: 10 Jenis Media Promosi Online

Jenis Industri Berdasarkan Proses Produksi

Dari sisi proses, industri bisa dibedakan menjadi:

Industri Hulu

Industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi. Contohnya industri pemintalan kapas menjadi benang, peleburan bijih besi menjadi baja lembaran, dan pengolahan minyak mentah menjadi produk petrokimia dasar. Industri hulu biasanya membutuhkan investasi modal yang sangat besar.

Industri Hilir

Industri yang mengolah bahan setengah jadi menjadi produk akhir siap pakai. Contohnya pabrik konveksi yang mengubah kain menjadi pakaian, pabrik otomotif yang merakit komponen menjadi kendaraan, dan pabrik elektronik yang merakit suku cadang menjadi gadget. Industri hilir lebih dekat dengan konsumen dan biasanya menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Jenis Industri Berdasarkan Hasil Produksi

Klasifikasi ini membagi industri menjadi tiga sektor utama yang sering disebut dalam teori ekonomi:

  • Industri primer: menghasilkan barang yang bisa langsung digunakan tanpa pengolahan lanjutan. Contohnya industri makanan, minuman kemasan, dan pakaian jadi.
  • Industri sekunder: menghasilkan barang setengah jadi yang membutuhkan proses lanjutan. Contohnya industri baja, tekstil mentah, dan bahan kimia dasar.
  • Industri tersier: menghasilkan jasa, bukan barang fisik. Contohnya industri perbankan, telekomunikasi, dan pariwisata.

Klasifikasi Resmi: KBLI 2020

Untuk keperluan administrasi dan statistik, Indonesia menggunakan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 yang diterbitkan oleh BPS berdasarkan Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020. KBLI membagi seluruh kegiatan ekonomi menjadi 21 kategori dengan total 1.790 kode usaha 5 digit.

Beberapa kategori utama dalam KBLI 2020 yang terkait langsung dengan industri:

  • Kategori A: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
  • Kategori B: Pertambangan dan Penggalian
  • Kategori C: Industri Pengolahan (manufaktur)
  • Kategori D: Pengadaan Listrik, Gas, dan Uap
  • Kategori F: Konstruksi
  • Kategori J: Informasi dan Komunikasi

KBLI penting bagi pelaku usaha karena kode KBLI menjadi syarat wajib saat mendaftarkan izin usaha lewat sistem OSS (Online Single Submission).

Baca juga: Strategi Membangun Bisnis Online

Perkembangan Jenis Industri di Indonesia

Struktur industri Indonesia terus bergeser. Jika dulu didominasi oleh sektor pertanian dan pertambangan, sekarang sektor jasa dan industri pengolahan mengambil porsi lebih besar dalam PDB. Industri digital, fintech, dan ekonomi kreatif tumbuh pesat dalam satu dekade terakhir, membuka jenis pekerjaan dan peluang usaha yang sebelumnya tidak ada.

Memahami jenis industri bukan hanya urusan akademis. Bagi pelaku usaha, pengetahuan ini membantu menentukan kode KBLI yang tepat, memahami regulasi yang berlaku, dan mengenali posisi bisnis dalam rantai nilai ekonomi yang lebih besar.

FAQ

Apa perbedaan industri hulu dan hilir?

Industri hulu mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi, seperti peleburan bijih besi menjadi baja. Industri hilir mengolah bahan setengah jadi menjadi produk akhir siap pakai, seperti merakit komponen menjadi kendaraan.

Berapa jumlah kode KBLI di Indonesia?

KBLI 2020 memuat 1.790 kode usaha 5 digit yang dikelompokkan dalam 21 kategori. Setiap pelaku usaha wajib memilih kode KBLI yang sesuai saat mendaftarkan izin usaha melalui sistem OSS.

Apakah jasa termasuk industri?

Ya. Industri tidak terbatas pada pengolahan barang fisik. Sektor jasa seperti perbankan, teknologi informasi, transportasi, dan pariwisata termasuk dalam kategori industri tersier menurut klasifikasi ekonomi.

Apa contoh industri rumah tangga di Indonesia?

Contoh industri rumah tangga di Indonesia antara lain kerajinan batik tulis, pembuatan keripik atau makanan ringan, produksi tempe tahu skala kecil, dan kerajinan anyaman. Industri ini mempekerjakan 1-4 orang, biasanya anggota keluarga sendiri.